Pemahaman Lebih Jauh Tentang Virus Corona
Bandung,MP – Virus Corona tengah mewabah hampir seluruh belahan dunia. Tetapi tahukah anda tentang Virus Corona?
Berikut Humas Kota Bandung mencoba merangkumnya dari situs resmi World Health Organization (WHO).
Virus Corona
Nama virus penyebab penyakit Middle East Respiratory Sydrome Coronavirus
(MERS-CoV) atau disebut MERS. Menular melalui bersin atau batuk dari
orang yang terinfeksi virus Corona kepada orang yang dekat dengannya.
Virus Corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa coronaviruses diketahui menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu biasa untuk penyakit yang lebih parah seperti Timur Tengah sindrom pernapasan (MERS) dan sindrom pernapasan akut parah (SARS). Yang paling baru ditemukan Virus Corona menyebabkan penyakit Corona Virus Disease (Covid-19).
Covid-19
Penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang paling baru
ditemukan. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah
dimulai di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019.
Apakah Covid-19 sama dengan SARS ?
Tidak, Virus yang menyebabkan Covid-19 dan salah satu yang menyebabkan
pecahnya sindrom pernapasan akut berat (SARS) pada tahun 2003 yang
berhubungan satu sama lain secara genetik, tetapi penyakit yang
disebabkan sangat berbeda.
SARS lebih mematikan tetapi jauh lebih sedikit menular daripada COVID-19.Penyakit SARS ini muncul dan menarik perhatian dunia pada tahun 2003.
ODP
Orang dalam Pemantauan (ODP) adalah semua orang yang masuk ke Indonesia
baik WNI (Warga Negara Indonesia) atau WNA (Warga Negara Asing) yang
berasal dari negara yang sudah diyakini terjadi penularan antar manusia.
PDP
Pasien dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang terindikasi memiliki
riwayat kontak dengan orang lain yang confirm positif Covid-19 maka dia
jadi suspek. Urutannya setelah dinyatakan suspek maka selanjutnya
dilakukan pemeriksaa spesimen. Namun, saat ini pemeriksaan spesimen
tidak harus menunggu suspek terlebih dahulu. Semua Pasien dalam
Pengawasan langsung diperiksa dalam rangka menemukan secara cepat.
Isolasi
Pemisahan penderita penyakit infeksi dari orang-orang sehat di sekitarnya untuk menghindari terjadinya penularan
Social distance atau social distancing
adalah masyarakat diminta untuk menghindari hadir di pertemuan besar
atau kerumunan orang. Jika Anda harus berada di sekitar orang, jaga
jarak dengan orang lain sekitar 6 kaki (2 meter).
Lockdown
Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika
dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Corona atau COVID-19, arti
lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu
daerah maupun negara.
Tujuan mengunci suatu wilayah ini agar virus Corona tidak menyebar lebih jauh lagi. Jika suatu daerah dikunci atau di-lockdown, maka semua fasilitas public harus ditutup.
Sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas. Aktivitas warganya pun dibatasi. Bahkan ada negara yang memberlakukan jam malam.
Karantina
Pembatasan kebebasan seseorang yang diduga telah tertular sesuatu
penyakit karantina, selama masa inkubasi penyakit karantina yang diduga.
Bila selama dalam pengawasan ini ia benar-benar menderita penyakit
karantina yang diduga, ia kemudian akan diisolasikan. Setelah lewat masa
inkubasi, ia tetap sehat akan dibebaskan kembali.
Haruskah saya memakai masker untuk melindungi diri sendiri?
Memakai masker jika Anda sakit dengan gejala COVID-19 (terutama batuk)
atau mencari setelah seseorang yang mungkin memiliki COVID-19. Masker
wajah sekali pakai hanya dapat digunakan sekali. Jika Anda tidak sakit
atau mencari setelah seseorang yang sakit maka Anda membuang-buang
masker.
Cara yang paling efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain terhadap COVID-19 adalah untuk sering membersihkan tangan Anda, menutupi batuk Anda dengan tikungan siku atau jaringan dan mempertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) dari orang yang batuk atau bersin. (***)
